Aku sekarang lagi liburan di Comal lho, tapi aku berangkat kesini dengan keadaan sakit, tapi sekarang sih udah agak mendingan, aku juga seneng karena sekarang aku udah kelas enam, aku malah pingin cepet-cepet masuk nih, aku di kelas enam apa ya kira-kira??? Nggak usah dipikirin lah, yang penting aku naik kelas, mudah-mudahan aja aku sekelas sama Moni, Kak Rossa, dan Lia, supaya kita bisa bareng-bareng lagi. Setelah di Comal ini, aku mau ke Jakarta, terus kalau nggak salah aku mau ke Comal lagi, terus ke Jogja, terus kita juga mau ke Malaysia lho! Seru kan?! Mudah-mudahan aja aku udah sembuh ya waktu ke Malaysia, jadi jalan-jalannya enak, nggak pusing terus.
Jun
25
Seneng deh…
Category: Umum | Leave a Comment
May
16
Aku Benci Kata-Kata “Najis”
Category: Sekolah, Teman | 2 Comments
Ih… Aku sebel banget sama temenku, namanya Bagas dan Bowo. Mereka bilang “Najis”, padahal itu adalah kata-kata yang aku benci, ya…walaupun mereka bilangnya ke orang lain, tapi kupingku nggak bisa denger kata-kata “najis” lagi, dan hatiku sakit kalau denger kata-kata “najis”. Bowo pernah bilang kata-kata “najis” di kelas juga, aku lagi tanya ke guru, dan kebetulan Lia ada di sana, Lia tau kalau aku tu benci sama kata-kata “najis”, jadi Lia bilang ke Bowo, “Untung nggak ada Dara disini” Padahal aku denger dari depan kelas, terus waktu aku kembali ke tempat duduk, semua pada diem, aku bilang, “Tadi Bowo bilang apa?!” Terus temenku ada yang njawab, “Bukan aku yang bilang lho” dia temen cowokku juga, yang pertamakali bikin aku gak bisa denger kata-kata “najis” itu ya dia, cowok itu. Gara-gara cowok itu, aku jadi nggak bisa denger kata-kata “najis” lagi… Aku bilang ke temen-temenku yang udah bilang “najis”, kalau jangan dibiasakan kebiasaan buruk itu, karena, kalau orang yang sensitif dan tidak terbiasa dibilang “najis” bisa aja sakit hati, ya kayak aku ini…Tadi di sekolah mulai pelajaran Ipa, hatiku udah di lukain, aku denger kata-kata “najis” dari bagas dan bowo, jadi, kata-kata dari Bagas belum ilang dari otakku,Bowo udah bilang. Gimana gak sakit hati coba, ya walaupun bukan cowok itu yang bilang dan bukan bilang ke aku, tetep aja aku sakit hati, lagian kenapa sih orang-orang seneng bilang “najis”? Apa untungnya coba?Apa mereka nggak mikirin perasaan orang yang dibilang “najis”, dan apa mereka tau arti kata najis? Nggak baik ngomong kayak gitu. Kata-kata itu gak akan bisa hilang dari otakku, termasuk yang bilang kata-kata itu pertamakali sama aku, gak akan pernah, kata-kata itu adalah kata-kata yang udah bikin aku sakit hati banget, karena artinya sih iya, tapi yang paling meyakitkan adalah yang bilang kata-kata itu ke aku pertama kali. Kenapa harus dia yang pertama kali bilang kata-kata itu ke aku?! Kalau yang udah tau siapa orang yang aku suka dan tau blogku ini, mungkin tau kenapa aku sakit hati banget kalau cowok itu yang bilang kata-kata “najis” ke aku pertamakalinya, pertamakalinya lho. Kenapa?! Kalau yang mau jawab di dalam hati aja ya…Nanti ketauan kan malu…
![]()
May
7
Apa Sih Maunya?
Category: Umum | Leave a Comment
Hari ini aku heran banget sama Moni. Jadi ceritanya, aku, Kak Rossa, Ega, Elsa, Lia, dan ada 3 orang lain, mau pergi ke Amplas. Tapi karena udah kebanyakan yang ikut (8 orang) jadi aku gak ajak Moni. Terus, Kak Rossa bilang ke Moni, terus Moni nya marah. Dia bilang dia nggak mau jadi sahabatku, Lia, dan Kak Rossa. Aku bingung jadinya, aku masih sayang sama Moni, dan Moni bilang, dia juga masih sayang sama kita, terus kenapa dia nggak mau jadi sahabat kita lagi?! Ya ada sih alesannya, tapi itu menunjukkan sikap egoisnya. Ya udahlah, aku biarin aja deh. Terserah dia mau nya gimana. Abisnya aku bingung sama kemauannya. Kadang aku main sama ini, gak boleh. Tapi kadang aku disuruh main sama ini. Males deh… Jadi kayak dia yang ngatur aku main sama siapa aja, padahak mami dan babapku nyuruh aku untuk main sama siapa aja…Capedeh…
May
6
Dua Hari Ini
Category: Sekolah, Teman | 2 Comments
Kemarin aku malu…banget, abisnya waktu pelajaran Bahasa Inggris aku disuruh pindah ke deketnya Ega, Dito pindah ke kursiku, sementara itu, Lia dan Wikan duduk di depan Ega, dan Wikan enggak pindah, berarti Wikan cowok sendiri dalam kelompok itu(maksudnya dua meja digabungin, jadi kayak kelompok), jadi Wikan nyuruh Bowo dan Micello gabung di kelompok kita, jadi dalam 2 meja ada 6 orang. Terus, waktu itu Micello lagi jalan-jalan, Lia lagi tanya ke Mr.Heri, berarti tinggal aku, Ega, Wikan, dan Bowo. Ega mau tanya ke Mr.Heri, tapi melihat cuma ada kita ini, Ega ngajak Bowo untuk tanya ke Mr.Heri, jadi tinggal aku dan Wikan. Kita(Aku dan Wikan) enggak sadar kalau tinggal kita berdua aja, kita sadar waktu temen-temen serentak bilang, “Cie…” Aduh…Malu banget deh. Disoraki satu kelas. Malu aku…Ini semua gara-gara Ega, Lia, Micello, dan Bowo…!
Hari ini, aku juga malu banget, kejadiannya hampir sama seperti kemarin, bedanya adalah, yang ninggal aku dan Wikan adalah Rio dan Iyas, dan mereka SENGAJA! Dan nggak ada guru, kalau kemarin kan ada Mr.Heri. Disoraki lagi deh…Nyebelin…Benget. Ini semua gara-gara Rio dan Iyas. Capedeh…
Apr
25
Aku Sebel
Category: Sekolah | 2 Comments
Hari ini aku sebel…banget sama temenku, namanya Reza dan Vikas, Reza dan Vikas itu ngejek-ngejek aku, aku udah peringatin kalau aku nggak mau diejek lagi! Akhirnya tadi aku kejar, terus aku cubit, tapi dia malah ngumpet di kamar mandi, aku dan Putri A dorong deh, tapi kita dorongnya nggak keras-keras, terus Reza ndorong keras banget samapi akhirnya pintunya jebol! Paling besok Reza bilang keguru kalau aku yang jebolin, padahalkan aku gak terlalu kenceng dorongnya, Putri A juga gak terlalu kenceng dorongnya katanya, terus paling aku yang suruh ganti sama guru-guru! Yah…Mau apalagi?! Memang aku juga sih yang salah, ngapain ngejar-ngejar orang gak beres! Ya aku gantilah, tapi yang jelas aku bakal dimarahin sama satu kelas, atau bahkan beberapa kelas, mungkin itu kesempatan mereka untuk marah-marahin aku, gak apa-apa deh, tapi kalau yang dorong misalkan aku dan Reza yang salah, ya harusnya kita berdua yang ganti. Mudah-mudahan Reza juga mau ngaku lah kalau dia juga salah. Reza nyebelin banget pokoknya! Oiya, terus aku juga sebel sama To Love, kelompokku bareng Kak Rossa, Moni, dan Lia! Guyonan mereka tu gak masuk akal, dan guyonannya udah biasa! Ngumpetin sesuatu, dan itu buku pelajaran! Nyebelin kan?! Padahal hari ini bukan hari Selasa lho! Karena kalau hari Selasa itu hari kesialanku! “Tahan, nanti pendarahan Dara” Oiya, kalau mereka marah sama aku karena aku dan Reza ngerusakin pintu, paling mereka gak mau temenan sama aku lagi. Ya gak apa-apa lah. Kalau mau berbuat, harus mau bertanggung jawab, gak boleh lari dari masalah. OK?! ![]()
Apr
22
Ceroboh
Category: Pengalaman | 2 Comments
Ya ampun…Hari ini hampir aja jantungku copot, abisnya ulangan Religiositasku yang harus ditandatangani sama orang tua aku kira hilang. Untungnya aku cari lagi dengan sangat, sangat, dan sangat teliti, sampai semua buku di meja belajarku aku berantakin
hehehe… Ternyata ada, aku memang ceroboh banget ya… Ceroboh, ceroboh, inilah sebabnya ceroboh… hehehe.
Apr
21
Nyebelin
Category: Sekolah | Leave a Comment
Hari ini harusnya aku maafan sama Lia, tapi… Lianya makin nyebelin, jadinya aku gak jadi maafan deh sama Lia. Kata Lia waktu Putri A marahan ma Ayu, Putri A lari ke kita, maksudnya Putri A temenan sama kita, tapi kalau Putri A lagi gak marahan sama Ayu, Putri A cuekin kita. Nah… Si Lia itu waktu lagi marahan sama aku, dia itu main sama Bella, dan kalau gak marahan sama aku, dia cuekin Bella, kan kasihan Bella nya.
Oiya, tadi aku kan nulis rahasiaku, terus dibaca Rara, Kak Rossa, dan Moni, waktu les, waktu Monik mau baca, dilihat Pak Yan, terus Moni suruh kedepan, suruh pegang plastik yang ada rahasiaku itu, terus di duruh buang sama Pak Yan. Waktu pulang les, rahasiaku itu dibaca sama temen-temenku, kalau gak salah Wikan juga baca deh… Terus, ada Kak Selli…Banyak lah pokoknya, terus aku buru-buru ambil plastik itu. Untung aku gak marah besar, coba kalau mereka udah tau aku marahnya kayak apa… Paling mereka gak berani baca rahasiaku lagi. Awas mereka, besok aku tanyain satu-satu, kalau siapa yang baca rahasiaku… Dan mereka gak boleh baca rahasiaku lagi, kalau mereka gak nurut, aku turutin kata papahku, ajar aja bleh… Hehehe
Apr
20
Lia
Category: Teman | 2 Comments
Hari ini aku sedih, kesel banget. Sebabnya, Lia, sahabatku yang aku sayangi, dia dan aku lagi marahan, masalahnya hanya salah paham, ya sebenernya aku juga sih yang salah, aku terlalu emosi. Jadi gini ceritanya:
Waktu pelajaran matematika, Pak Danang ngasih tugas ke kita semua, tapi harus ngitung sendiri dan gak boleh contek-contekan, terus Rara itu pinjem buku lesnya Kak Rossa yang matematika, terus Kak Rossa dipinjemin Moni, lihatnya bareng-bareng kan, nah terus…Si Bella pura-pura pinjem buku nya Kak Rossa kalau enggak bukunya Moni, padahal kata Moni dia itu mau lihat, apakah Moni dan Kak Rossa contek-contekan. Terus sih Bella itu taunya katasi Moni kalau Moni dan Kak Rossa itu contek-contekan, terus Bella ngelapornya ke Lia kalau Kak Rossa dan Moni contek-contekan. Terus aku cuma bilang, ooo… kayak gitu doang. Terus, Moni curhat sama aku tentang Lia dan Bella itu, terus Moni bilang semua yang aku ceritain tadi, baru tau jelasnya dari situ itu. Terus, aku bilang ke Lia,”Kamu salah oaham Li, Kak Rossa sama Moni itu gak contek-contekan, mereka hanya lihat catatan bareng aja.” Aku bilang gitu kan, terus Lianya malah marah. Dia bilang terserah kalau aku gak mau percaya. Aku udah berusaha sabar sebenernya, tapi Lia nya itu keterlaluan, akhirnya aku marah sama Lia, aku bilang, dia itu kayak Jeandita, terus aku juga bilang, kalau aku gak maujadi temen, apalagi jadi sahabt dia lagi, kalau mau liat Jeandita kayak apa, ada kok di blog ini juga, trus, dia bilang, gak apa-apa dia kayak Jeandita, dari pada kayak Moni, yang kalau ditanya dikit malah marah, katanya gitu.
Tapi rasanya gak enak nih marahan sama Lia,ya nggak enak aja gitu loh!
Kayanya besok aku mau minta maaf aja deh ke Lia, tapi liat sikap Lia dulu! Kalau misalkan dia enggak mau maafin aku, gak apa-apa deh. Memang aku kok yang keterlaluan ![]()
Apr
18
Hari Ini Aku Senang
Category: Teman | Leave a Comment
Hari ini aku senang banget lho!Karena Kak Rossa gak marah lagi sama aku, tadinya dia marah sama aku karena…adadeh. Masalah pribadi, ya tentang sekolah juga sih, tentang temen, tentang masalah itutu…Adalah!
Tadinya Kak Rossa marah sama aku, tapi untungnya sekarang Kak Rossa udah gak marah sama aku. Soalnya aku gak bisa sih marahan sama Kak Rossa, rasanya kalau marahan sama Kak Rossa itu kayak marahan sama kakak sendiri! Soalnya Kak Rossa itu udah aku anggep sebagai kakakkku sendiri, abisnya Kak Rossa baik banget sih sama aku, jadi aku gak sanggup marahan dan diem-dieman sama Kak Rossa.
Apr
18
Perbedaan Kedua Putri Raja
Category: Umum | Leave a Comment
Di suatu kerajaan, ada seorang raja, raja itu bernama Raja Robert. Raja Robert mempunyai dua orang putri, mereka sangat cantik, mereka bernama Putri Tasya dan Putri Baby. Putri Baby sangat cantik, sayangnya Putri Baby, anak bungsu dari raja Robert, sangat sombong, ia memang lebih cantik daripada Putri Tasya, kakaknya. Banyak pangeran yang suka dan ingin melamar Putri Baby, tetapi setelah mereka tahu bahwa Putri Baby sombong, mereka membatalkan lamaran itu. Putri Baby sangat sombong, tetapi Putri Tasya baik, jujur, penderma dan tidak sombong. Putri Tasya selalu berderma kepada orang yang membutuhkan, sering kali ia datang ke desa-desa untuk memberi bantuan. Karena kebaikannya, Putri Tasya lebih disukai banyak orang. Putri Baby menjadi iri pada kakaknya karena orang-orang lebih suka kepada Putri Tasya daripada Putri Baby.
Suatu hari, Putri Tasya dan Putri Baby menaiki kereta kuda. Putri Tasya menyapa semua orang yang dilewatinya, sedangkan Putri Baby, ia hanya diam saja setiap ada orang yang menyapanya, senyumpun tidak sedikitpun dikeluarkannya. Dengan sikap kedua putri itu yang sangat berbeda, maka orang-orang lebih menyukai Putri Tasya.
Saat sedang melihat-lihat gaun yang indah dan mahal, Putri Tasya melihat seorang pangeran yang tampan, dan ia menyukainya. Saat sedang berbincang-bincang dengan pangeran itu, Putri Baby menghampiri Putri Tasya, lalu bertanya,”Pangeran ini siapa kakak?” “Kenalkan, ini pangeran Indra, Pangeran kenalkan, ini adik saya, Putri Baby, Baby…ia dari kerajaan…” Belum selesai berbicara, Putri Baby langsung memotong dan berbicara,”Hai pangeran yang tampan, apakah kita bisa menjadi pasangan yang cocok?” belum sempat menjawab, ibu Pangeran Indra memanggil,”Indra, kita pulang sekarang, sudah malam, kamu harus menyelesaikan banyak pekerjaanmu” “Kemarilah sebentar bu, aku ingin mengenalkan teman-teman baruku kepada ibu” Kata Pangeran Indra, “Kenalkan bu, ini adalah teman-temanku, yang ini bernama Putri Tasya, adiknya bernama Putri Baby” “Baby sangat cantik, lebih cantik dari Tasya, Tasya juga cantik, tetapi hanya saja lebih manis daripada Baby” Kata Bu Claudia. “Terimakasih bu”Kata Tasya. “Iya bu… Saya memang cantik, karena saya anak dari raja Robert. Itu bu, raja yang sangat kaya dan terkenal, ibu saya juga cantik, beliau sudah meninggal, tetapi kalau rindu pada ibu saya, bisa melihat saya saja, karena saya mempunyai kecantikan ibu saya” Kata Putri Baby dengan panjang lebar dan dengan sombong. “Ya sudah, kami kembali kekerajaan kami ya…Kalian hati-hati saat pulang ya” “Iya, terimakasih bu, ibu juga hati-hati” Jawab Putri Tasya dengan ramah dan santun.
Setelah Putri Tasya dan Putri Baby lelah, mereka kembali ke istana, keesokan harinya, Raja Robert, ayah Putri Tasya dan Putri Baby mengajak mereka menghadiri acara pernikahan dari kerajaan lain, tetapi Putri Tasya sedang tidak enak badan, akhirnya hanya Putri Baby yang diajak, Putri Baby memang senang untuk manghadiri acara yang mewah, maka itu Putri Baby segera berdandan.
Setelah raja Robert dan Putri Baby pergi, Putri Tasya istirahat, Putri Tasya tertidur karena kepalanya sakit. Saat tidur, Putri Tasya terganggu oleh suara yang sangat berisik dan membuat Putri Tasya terbangun. Dilihatnya sumber dari suara berisik itu, rupanya itu adalah suara kicauan burung merpati yang diikat dengan sesuatu. Rupanya burung merpati itu membawa surat, lalu Putri Tasya membaca surat itu:
Kepada : Putri Tasya
Putri Tasya, saya Pangeran Indra, saya ingin mengundang Putri Tasya untuk makan malam bersama keluarga saya, ajak pula ayah dan adik Putri Tasya, karena ada hal yang ingin saya bicarakan dengan keluarga Putri Tasya. Saya tunggu besok malam, di istana saya, kerajaan Kencana, ayah putri pasti tahu.
Pangeran Indra
Putri Tasya langsung bergegas membalas:
Kepada : Pangeran Indra
Terimakasih atas undangan makan malamnya, saya akan usahakan untuk bisa datang. Bila tidak ada acara, saya akan mengirim surat lagi kepada pangeran.
Putri Tasya
Lalu mengikatkan surat itu dengan tali kepada burung merpati itu dan diterbangkannya burung itu.
Setelah ayah dan adiknya pulang, Putri Tasya langsung menyerahkan surat dari Pangeran Indra untuk Putri Tasya kepada ayahnya, ayahnya membacanya dan berkata, “Besok malam ayah tidak ada acara, kita bisa pergi kerumah Pangeran Indra, kebetulan ayah tahu dimana kerajaan Kencana berada, rajanya adalah sahabat ayah dulu saat masih sekolah, sekarang pun masih sahabat, balaslah surat itu, katakan pada Pangeran Indra bahwa kita bisa datang ke istananya”, lalu Putri Tasya berkata, “Terimakasih ayah” lalu langsung membalas surat itu, di dalam surat itu, Putri Tasya mengatakan bahwa ia, ayahnya, dan adiknya bisa pergi ke istananya.
Keesokan malamnya, Putri Tasya tampil semaximal mungkin, Putri Tasya terlihat sangat cantik. Ayahnya, Putri Tasya, dan Putri Baby menaiki kereta kuda menuju ke istana Pangeran Indra.
Setelah sampai, mereka disambut dengan ramah oleh keluarga Pangeran Indra. Mereka masuk dan menikmati makanan yang sudah dihidangkan sejak tadi, setelah selesai makan, mereka berbincang-bincang, Pangeran Indra langsung berbicara niatnya mengundang mereka makan malam di istananya, “Salah satu dari Putri Tasya dan Putri Baby, akan ada yang aku lamar, yaitu…” Belum selesai Pangeran Indra berbicara, Putri Baby memotong dan berbicara, “Pasti saya, saya akan menerima lamaranmu pangeran” Kata Putri Baby dengan sombongnya, “Maaf putri, tapi bukan Putri Baby yang akan saya lamar, saya akan melamar Putri Tasya, Putri Tasya, maukah putri menerima lamaran saya?”Tanya Pangeran Indra, “Ya pangeran, saya mau menerima lamaran pangeran” Jawab Putri Tasya, setelah itu mereka merencanakan pernikahan mereka, baju, undangan, dan lain-lain. Mereka menyesuaikan dengan selera mereka.
Saat pernikahan mereka, teman-teman Putri Tasya dan Pangeran Indra datang, teman-teman Putri Tasya antara lain adalah Putri Helen, Putri Chacha, dan Pangeran Oyon. Teman-teman Pangeran Indra adalah Putri Amanda, dan Pangeran Wiliam. Akhirnya mereka hidup bahagia untuk selamanya.
Aulia Dara Devina
Penulis Cerita Anak
Tinggal di Jogjakarta
