Aku sekarang lagi liburan di Comal lho, tapi aku berangkat kesini dengan keadaan sakit, tapi sekarang sih udah agak mendingan, aku juga seneng karena sekarang aku udah kelas enam, aku malah pingin cepet-cepet masuk nih, aku di kelas enam apa ya kira-kira??? Nggak usah dipikirin lah, yang penting aku naik kelas, mudah-mudahan aja aku sekelas sama Moni, Kak Rossa, dan Lia, supaya kita bisa bareng-bareng lagi. Setelah di Comal ini, aku mau ke Jakarta, terus kalau nggak salah aku mau ke Comal lagi,  terus ke Jogja, terus kita juga mau ke Malaysia lho! Seru kan?! Mudah-mudahan aja aku udah sembuh ya waktu ke Malaysia, jadi jalan-jalannya enak, nggak pusing terus.



Ih… Aku sebel banget sama temenku, namanya Bagas dan Bowo. Mereka bilang “Najis”, padahal itu adalah kata-kata yang aku benci, ya…walaupun mereka bilangnya ke orang lain, tapi kupingku nggak bisa denger kata-kata “najis” lagi, dan hatiku sakit kalau denger kata-kata “najis”. Bowo pernah bilang kata-kata “najis” di kelas juga, aku lagi tanya ke guru, dan kebetulan Lia ada di sana, Lia tau kalau aku tu benci sama kata-kata “najis”, jadi Lia bilang ke Bowo, “Untung nggak ada Dara disini” Padahal aku denger dari depan kelas, terus waktu aku kembali ke tempat duduk, semua pada diem, aku bilang, “Tadi Bowo bilang apa?!” Terus temenku ada yang njawab, “Bukan aku yang bilang lho” dia temen cowokku juga, yang pertamakali bikin aku gak bisa denger kata-kata “najis” itu ya dia, cowok itu. Gara-gara cowok itu, aku jadi nggak bisa denger kata-kata “najis” lagi… Aku bilang ke temen-temenku yang udah bilang “najis”, kalau jangan dibiasakan kebiasaan buruk itu, karena, kalau orang yang sensitif dan tidak terbiasa dibilang “najis” bisa aja sakit hati, ya kayak aku  ini…Tadi di sekolah mulai pelajaran Ipa, hatiku udah di lukain, aku denger kata-kata “najis” dari bagas dan bowo, jadi, kata-kata dari Bagas belum ilang dari otakku,Bowo udah bilang. Gimana gak sakit hati coba, ya walaupun bukan cowok itu yang bilang dan bukan bilang ke aku, tetep aja aku sakit hati, lagian kenapa sih  orang-orang seneng bilang “najis”? Apa untungnya coba?Apa mereka nggak mikirin perasaan orang yang dibilang “najis”, dan apa mereka tau arti kata najis? Nggak baik ngomong kayak gitu. Kata-kata itu gak akan bisa hilang dari otakku, termasuk yang bilang kata-kata itu pertamakali sama aku, gak akan pernah, kata-kata itu adalah kata-kata yang udah bikin aku sakit hati banget, karena artinya sih iya, tapi yang paling meyakitkan adalah yang bilang kata-kata itu ke aku pertama kali. Kenapa harus dia yang pertama kali bilang kata-kata itu ke aku?! Kalau yang udah tau siapa orang yang aku suka dan tau blogku ini, mungkin tau kenapa aku sakit hati banget kalau cowok itu yang bilang kata-kata “najis” ke aku pertamakalinya, pertamakalinya lho. Kenapa?! Kalau yang mau jawab di dalam hati aja ya…Nanti ketauan kan malu… :) :D



Hari ini aku heran banget sama Moni. Jadi ceritanya, aku, Kak Rossa, Ega, Elsa, Lia, dan ada 3 orang lain, mau pergi ke Amplas. Tapi karena udah kebanyakan yang ikut (8 orang) jadi aku gak ajak Moni. Terus, Kak Rossa bilang ke Moni, terus Moni nya marah. Dia bilang dia nggak mau jadi sahabatku, Lia, dan Kak Rossa. Aku bingung jadinya, aku masih sayang sama Moni, dan Moni bilang, dia juga masih sayang sama kita, terus kenapa dia nggak mau jadi sahabat kita lagi?! Ya ada sih alesannya, tapi itu menunjukkan sikap egoisnya. Ya udahlah, aku biarin aja deh. Terserah dia mau nya gimana. Abisnya aku bingung sama kemauannya. Kadang aku main sama ini, gak boleh. Tapi kadang aku disuruh main sama ini. Males deh… Jadi kayak dia yang ngatur aku main sama siapa aja, padahak mami dan babapku nyuruh aku untuk main sama siapa aja…Capedeh…



Kemarin aku malu…banget, abisnya waktu pelajaran Bahasa Inggris aku disuruh pindah ke deketnya Ega, Dito pindah ke kursiku, sementara itu, Lia dan Wikan duduk di depan Ega, dan Wikan enggak pindah, berarti Wikan cowok sendiri dalam kelompok itu(maksudnya dua meja digabungin, jadi  kayak kelompok), jadi Wikan nyuruh Bowo dan Micello gabung di kelompok kita, jadi dalam 2 meja ada 6 orang. Terus, waktu itu Micello lagi jalan-jalan, Lia lagi tanya ke Mr.Heri, berarti tinggal aku, Ega, Wikan, dan Bowo. Ega mau tanya ke Mr.Heri, tapi melihat cuma ada kita ini, Ega ngajak Bowo untuk tanya ke Mr.Heri, jadi tinggal aku dan Wikan. Kita(Aku dan Wikan) enggak sadar kalau tinggal kita berdua aja, kita sadar waktu temen-temen serentak bilang, “Cie…” Aduh…Malu banget deh. Disoraki satu kelas. Malu aku…Ini semua gara-gara Ega, Lia, Micello, dan Bowo…!

Hari ini, aku juga malu banget, kejadiannya hampir sama seperti kemarin, bedanya adalah, yang ninggal aku dan Wikan adalah Rio dan Iyas, dan mereka SENGAJA! Dan nggak ada guru, kalau kemarin kan ada Mr.Heri. Disoraki lagi deh…Nyebelin…Benget. Ini semua gara-gara Rio dan Iyas. Capedeh…



Hari ini aku sebel…banget sama temenku, namanya Reza dan Vikas, Reza dan Vikas itu ngejek-ngejek aku, aku udah peringatin kalau aku nggak mau diejek lagi! Akhirnya tadi aku kejar, terus aku cubit, tapi dia malah ngumpet di kamar mandi, aku dan Putri A dorong deh, tapi kita dorongnya nggak keras-keras, terus Reza ndorong keras banget samapi akhirnya pintunya jebol! Paling besok Reza bilang keguru kalau aku yang jebolin, padahalkan aku gak terlalu kenceng dorongnya, Putri A juga gak terlalu kenceng dorongnya katanya, terus paling aku yang suruh ganti sama guru-guru! Yah…Mau apalagi?! Memang aku juga sih yang salah, ngapain ngejar-ngejar orang gak beres! Ya aku gantilah, tapi yang jelas aku bakal dimarahin sama satu kelas, atau bahkan beberapa kelas, mungkin itu kesempatan mereka untuk marah-marahin aku, gak apa-apa deh, tapi kalau yang dorong misalkan aku dan Reza yang salah, ya harusnya kita berdua yang ganti. Mudah-mudahan Reza juga mau ngaku lah kalau dia juga salah. Reza nyebelin banget pokoknya! Oiya, terus aku juga sebel sama To Love, kelompokku bareng Kak Rossa, Moni, dan Lia! Guyonan mereka tu gak masuk akal, dan guyonannya udah biasa! Ngumpetin sesuatu, dan itu buku pelajaran! Nyebelin kan?! Padahal hari ini bukan hari Selasa lho! Karena kalau hari Selasa itu hari kesialanku! “Tahan, nanti pendarahan Dara” Oiya, kalau mereka marah sama aku karena aku dan Reza ngerusakin pintu, paling mereka gak mau temenan sama aku lagi. Ya gak apa-apa lah. Kalau mau berbuat, harus mau bertanggung jawab, gak boleh lari dari masalah. OK?! :)



Ya ampun…Hari ini hampir aja jantungku copot, abisnya ulangan Religiositasku yang harus ditandatangani sama orang tua aku kira hilang. Untungnya aku cari lagi dengan sangat, sangat, dan sangat teliti, sampai semua buku di meja belajarku aku berantakin :) :D hehehe… Ternyata ada, aku memang ceroboh banget ya… Ceroboh, ceroboh, inilah sebabnya ceroboh… hehehe.



Hari ini harusnya aku maafan sama Lia, tapi… Lianya makin nyebelin, jadinya aku gak jadi maafan deh sama Lia. Kata Lia waktu Putri A marahan ma Ayu, Putri A lari ke kita, maksudnya Putri A temenan sama kita, tapi kalau Putri A lagi gak marahan sama Ayu, Putri A cuekin kita. Nah… Si Lia itu waktu lagi marahan sama aku, dia itu main sama Bella, dan kalau gak marahan sama aku, dia cuekin Bella, kan kasihan Bella nya.

Oiya, tadi aku kan nulis rahasiaku, terus dibaca Rara, Kak Rossa, dan Moni, waktu les, waktu Monik mau baca, dilihat Pak Yan, terus Moni suruh kedepan, suruh pegang plastik yang ada rahasiaku itu, terus di duruh buang sama Pak Yan. Waktu pulang les, rahasiaku itu dibaca sama temen-temenku, kalau gak salah Wikan juga baca deh… Terus, ada Kak Selli…Banyak lah pokoknya, terus aku buru-buru ambil plastik itu. Untung aku gak marah besar, coba kalau mereka udah tau aku marahnya kayak apa… Paling mereka gak berani baca rahasiaku lagi. Awas mereka, besok aku tanyain satu-satu, kalau siapa yang baca rahasiaku… Dan mereka gak boleh baca rahasiaku lagi, kalau mereka gak nurut, aku turutin kata papahku, ajar aja bleh… Hehehe



Lia

Category: Teman | 2 Comments

Hari ini aku sedih, kesel banget. Sebabnya, Lia, sahabatku yang aku sayangi, dia dan aku lagi marahan, masalahnya hanya salah paham, ya sebenernya aku juga sih yang salah, aku terlalu emosi. Jadi gini ceritanya:

Waktu pelajaran matematika, Pak Danang ngasih tugas ke kita semua, tapi harus ngitung sendiri dan gak boleh contek-contekan, terus Rara itu pinjem buku lesnya Kak Rossa yang matematika, terus Kak Rossa dipinjemin Moni, lihatnya bareng-bareng kan, nah terus…Si Bella pura-pura pinjem buku nya Kak Rossa kalau enggak bukunya Moni, padahal kata Moni dia itu mau lihat, apakah Moni dan Kak Rossa contek-contekan. Terus sih Bella itu taunya katasi Moni kalau Moni dan Kak Rossa itu contek-contekan, terus Bella ngelapornya ke Lia kalau Kak Rossa dan Moni contek-contekan. Terus aku cuma bilang, ooo… kayak gitu doang. Terus, Moni curhat sama aku tentang Lia dan Bella itu, terus Moni bilang semua yang aku ceritain tadi, baru tau jelasnya dari situ itu. Terus, aku bilang ke Lia,”Kamu salah oaham Li, Kak Rossa sama Moni itu gak contek-contekan, mereka hanya lihat catatan bareng aja.” Aku bilang gitu kan, terus Lianya malah marah. Dia bilang terserah kalau aku gak mau percaya. Aku udah berusaha sabar sebenernya, tapi Lia nya itu keterlaluan, akhirnya aku marah sama Lia, aku bilang, dia itu kayak Jeandita, terus aku juga bilang, kalau aku gak maujadi temen, apalagi jadi sahabt dia lagi, kalau mau liat Jeandita kayak apa, ada kok di blog ini juga, trus, dia bilang, gak apa-apa dia kayak Jeandita, dari pada kayak Moni, yang kalau ditanya dikit malah marah, katanya gitu.

Tapi rasanya gak enak nih marahan sama Lia,ya nggak enak aja gitu loh! :) Kayanya besok aku mau minta maaf aja deh ke Lia, tapi liat sikap Lia dulu! Kalau misalkan dia enggak mau maafin aku, gak apa-apa deh. Memang aku kok yang keterlaluan :(



Hari ini aku senang banget lho!Karena Kak Rossa gak marah lagi sama aku, tadinya dia marah sama aku karena…adadeh. Masalah pribadi, ya tentang sekolah juga sih, tentang temen, tentang masalah itutu…Adalah! :D :) :P

Tadinya Kak Rossa marah sama aku, tapi untungnya sekarang Kak Rossa udah gak marah sama aku. Soalnya aku gak bisa sih marahan sama Kak Rossa, rasanya kalau marahan sama Kak Rossa itu kayak marahan sama kakak sendiri! Soalnya Kak Rossa itu udah aku anggep sebagai kakakkku sendiri, abisnya Kak Rossa baik banget sih sama aku, jadi aku gak sanggup marahan dan diem-dieman sama Kak Rossa.





Di  suatu  kerajaan,  ada  seorang  raja,  raja  itu  bernama  Raja  Robert. Raja  Robert  mempunyai  dua  orang  putri,  mereka sangat cantik,  mereka  bernama  Putri  Tasya  dan  Putri  Baby.  Putri  Baby  sangat  cantik,  sayangnya  Putri  Baby,  anak  bungsu  dari  raja  Robert,  sangat  sombong,  ia  memang  lebih  cantik  daripada  Putri  Tasya,  kakaknya.  Banyak pangeran  yang  suka  dan  ingin  melamar  Putri  Baby, tetapi  setelah  mereka  tahu  bahwa  Putri  Baby  sombong,  mereka  membatalkan  lamaran  itu. Putri  Baby  sangat  sombong, tetapi  Putri  Tasya  baik,  jujur,  penderma dan  tidak  sombong.  Putri  Tasya  selalu  berderma  kepada  orang  yang  membutuhkan,  sering  kali  ia  datang  ke desa-desa  untuk  memberi  bantuan.  Karena  kebaikannya,  Putri  Tasya  lebih  disukai  banyak  orang.  Putri  Baby  menjadi  iri  pada  kakaknya  karena  orang-orang  lebih  suka  kepada  Putri  Tasya  daripada  Putri  Baby.

          Suatu  hari,  Putri  Tasya  dan  Putri  Baby  menaiki  kereta  kuda.  Putri  Tasya  menyapa  semua  orang  yang  dilewatinya,  sedangkan  Putri  Baby,  ia  hanya  diam  saja  setiap  ada  orang  yang  menyapanya,  senyumpun  tidak  sedikitpun  dikeluarkannya.  Dengan  sikap  kedua  putri  itu  yang  sangat  berbeda,  maka  orang-orang  lebih  menyukai  Putri  Tasya. 

Saat  sedang  melihat-lihat  gaun  yang  indah  dan  mahal,  Putri  Tasya  melihat  seorang  pangeran  yang  tampan,  dan  ia  menyukainya.  Saat  sedang  berbincang-bincang  dengan  pangeran  itu,  Putri  Baby  menghampiri  Putri  Tasya,  lalu  bertanya,”Pangeran  ini  siapa  kakak?” “Kenalkan, ini  pangeran  Indra,  Pangeran  kenalkan,  ini  adik  saya,  Putri  Baby,  Baby…ia  dari  kerajaan…” Belum  selesai  berbicara,  Putri  Baby  langsung  memotong  dan  berbicara,”Hai  pangeran  yang  tampan,  apakah  kita  bisa  menjadi  pasangan  yang  cocok?”  belum  sempat  menjawab,  ibu  Pangeran  Indra  memanggil,”Indra,  kita  pulang  sekarang,  sudah  malam,  kamu  harus  menyelesaikan  banyak  pekerjaanmu” “Kemarilah  sebentar  bu,  aku  ingin  mengenalkan  teman-teman  baruku  kepada  ibu” Kata  Pangeran  Indra,  “Kenalkan  bu,  ini  adalah  teman-temanku,  yang  ini  bernama  Putri  Tasya,  adiknya  bernama  Putri  Baby”  “Baby  sangat  cantik,  lebih  cantik  dari  Tasya,  Tasya  juga  cantik,  tetapi  hanya  saja  lebih  manis  daripada  Baby” Kata  Bu  Claudia.  “Terimakasih  bu”Kata  Tasya. “Iya bu… Saya  memang  cantik,  karena  saya  anak  dari  raja  Robert.  Itu  bu,  raja  yang  sangat  kaya  dan  terkenal,  ibu  saya  juga  cantik,  beliau  sudah  meninggal,  tetapi  kalau  rindu  pada  ibu  saya,  bisa  melihat  saya  saja,  karena  saya  mempunyai  kecantikan  ibu  saya” Kata  Putri  Baby  dengan  panjang  lebar  dan  dengan  sombong.  “Ya  sudah,  kami  kembali  kekerajaan  kami  ya…Kalian  hati-hati  saat  pulang  ya”  “Iya,  terimakasih  bu,  ibu  juga  hati-hati”  Jawab  Putri  Tasya  dengan  ramah  dan  santun.

Setelah  Putri  Tasya  dan  Putri  Baby  lelah,  mereka  kembali  ke  istana,  keesokan  harinya,  Raja  Robert, ayah  Putri  Tasya  dan  Putri  Baby  mengajak  mereka  menghadiri acara  pernikahan  dari  kerajaan  lain,  tetapi  Putri  Tasya  sedang  tidak  enak  badan,  akhirnya  hanya  Putri  Baby  yang  diajak,  Putri  Baby  memang  senang  untuk  manghadiri  acara  yang  mewah,  maka  itu  Putri  Baby  segera  berdandan.

Setelah  raja  Robert  dan  Putri  Baby  pergi,  Putri  Tasya  istirahat,  Putri  Tasya  tertidur  karena  kepalanya  sakit.  Saat  tidur,  Putri  Tasya  terganggu  oleh  suara  yang  sangat  berisik  dan  membuat  Putri  Tasya terbangun.  Dilihatnya  sumber  dari  suara berisik  itu,  rupanya  itu  adalah  suara  kicauan  burung  merpati  yang  diikat  dengan  sesuatu.  Rupanya  burung  merpati  itu  membawa  surat,  lalu  Putri  Tasya  membaca  surat  itu:

Kepada  :  Putri  Tasya

 

Putri  Tasya,  saya  Pangeran  Indra,  saya  ingin  mengundang  Putri  Tasya  untuk  makan  malam  bersama  keluarga  saya,  ajak  pula  ayah  dan  adik  Putri  Tasya,  karena  ada  hal  yang  ingin  saya  bicarakan  dengan  keluarga  Putri  Tasya.  Saya  tunggu  besok  malam,  di  istana  saya,  kerajaan  Kencana,  ayah  putri  pasti  tahu.

 

Pangeran  Indra

 

Putri  Tasya  langsung  bergegas  membalas:

 

Kepada  :  Pangeran  Indra

 

Terimakasih  atas  undangan  makan  malamnya,  saya  akan  usahakan  untuk  bisa  datang.  Bila  tidak  ada  acara,  saya  akan  mengirim  surat  lagi  kepada  pangeran.

 

Putri  Tasya

 

Lalu  mengikatkan  surat  itu  dengan  tali  kepada  burung  merpati  itu  dan  diterbangkannya  burung  itu.

 

          Setelah  ayah  dan  adiknya  pulang,  Putri  Tasya  langsung  menyerahkan  surat  dari  Pangeran  Indra  untuk  Putri  Tasya  kepada  ayahnya,  ayahnya  membacanya  dan  berkata,   “Besok  malam  ayah  tidak  ada  acara,  kita  bisa  pergi  kerumah  Pangeran  Indra,  kebetulan  ayah  tahu  dimana  kerajaan  Kencana  berada,  rajanya  adalah  sahabat  ayah  dulu  saat  masih  sekolah,  sekarang  pun  masih  sahabat,  balaslah  surat  itu,  katakan  pada  Pangeran  Indra  bahwa  kita  bisa  datang  ke  istananya”,  lalu  Putri  Tasya  berkata,  “Terimakasih  ayah”  lalu langsung  membalas  surat  itu,  di  dalam  surat  itu,  Putri  Tasya  mengatakan  bahwa  ia, ayahnya,  dan  adiknya  bisa  pergi  ke  istananya.

          Keesokan  malamnya,  Putri  Tasya  tampil  semaximal  mungkin,  Putri  Tasya  terlihat  sangat  cantik.  Ayahnya,  Putri  Tasya,  dan  Putri  Baby  menaiki  kereta  kuda  menuju  ke  istana  Pangeran  Indra.

          Setelah  sampai,  mereka  disambut  dengan  ramah  oleh  keluarga  Pangeran  Indra.  Mereka  masuk  dan  menikmati  makanan  yang  sudah  dihidangkan  sejak  tadi,  setelah  selesai  makan,  mereka  berbincang-bincang,  Pangeran  Indra  langsung  berbicara  niatnya  mengundang  mereka  makan  malam  di  istananya, “Salah  satu  dari  Putri  Tasya  dan  Putri  Baby,  akan  ada  yang  aku  lamar,  yaitu…” Belum  selesai  Pangeran  Indra  berbicara,  Putri  Baby  memotong  dan  berbicara, “Pasti  saya,  saya  akan  menerima  lamaranmu  pangeran”  Kata  Putri  Baby  dengan  sombongnya,  “Maaf  putri,  tapi  bukan  Putri  Baby  yang  akan  saya  lamar, saya  akan  melamar  Putri  Tasya,  Putri  Tasya,  maukah  putri  menerima  lamaran  saya?”Tanya  Pangeran  Indra,  “Ya  pangeran,  saya  mau  menerima  lamaran  pangeran”  Jawab  Putri  Tasya,  setelah  itu  mereka  merencanakan  pernikahan  mereka,  baju,  undangan,  dan  lain-lain.  Mereka  menyesuaikan  dengan  selera  mereka.

          Saat  pernikahan  mereka,  teman-teman  Putri  Tasya  dan  Pangeran  Indra  datang,  teman-teman  Putri  Tasya  antara  lain adalah Putri  Helen, Putri  Chacha,   dan Pangeran  Oyon. Teman-teman  Pangeran  Indra  adalah  Putri  Amanda,  dan Pangeran Wiliam. Akhirnya  mereka  hidup  bahagia  untuk  selamanya.

 

Aulia  Dara  Devina

Penulis  Cerita  Anak

Tinggal  di  Jogjakarta